Sabtu, 14 Mei 2016

'GLADAK KODUNG' TAK BERKODUNG

Assalamualaikum wr.wb.,

Bagaimana kabar Sahabat Kalibaru Semua? Semoga selalu diberi kesehatan, kelancaran rezeki dan kemudahan di setiap urusan, amiin.

Pernah lihat Jembatan yang ada di foto? tentu bagi sahabat kalibaru yang hilir mudik dari dan ke Jember melalui Gumitir, pasti tak asing lagi dengan jembatan ini. Dulu, sebelum jembatan yang sekarang dipakai, ada satu jembatan tepat di sebelah utara. Jembatan ini disebut dengan Gladak Kodung, atau jembatan beratap.

Dibangun sekitar tahun 1930an, dengan bangunan pondasi yang kokoh dan modern sesuai masanya. Pertama kali dibangun, jembatan ini memilii atap yang digunakan oleh pengguna untuk berteduh di kala hujan atau kepanasan.

Maklum saat itu, pengguna jembatan kebanyakan pejalan kaki, paling top naik 'Jikar', kendaraan seperti dokar yang ditarik oleh sapi atau kerbau. Sangat jarang mobil yang lalu lalang, kalaupun ada adalah pejabat Belanda dan pemerintah setempat.

Karena jembatan beratap itulah, yang dalam bahasa madura disebut dengan Gladak Kodung, maka daerah sekitar lebih akrab dengan sebutan daerah 'Dek Kodung' (Gladak Kodung) atau jembatan beratap.

Karena usia yang sudah cukup lama, dan besi-besi penyangga sudah mulai kropos, maka pada tahun 1991 dibangunlah jembatan yang sekarang biasa kita lewati. Pembangunan selesai sekitar tahun 1993.

Jembatan lama/Gledek Kodung memiliki arti tersendiri bagi anak-anak usia sekolah pada tahun-tahun akhir 80-an. Terutama pada bulan puasa, menjelang maghrib anak-anak biasa bermain-main di samping jembatan untuk melihat-lihat pemandangan di bawah, bahkan digunakan untuk olah raga terjun dengan berbekal seutas tali yang dililitkan di kaki, sungguh permainan menegangkan menguji adrenalin.

Maklum saat itu jalanan sangat lengang dan pengendarapun sangat berhati-hati, sehingga sama sekali tidak membahayakan, selain permainan-permainan tradisional sangat dekat dengan keseharian anak-anak.

Coba siapa di antara sahabat kalibaru yang pernah main di sini? ngacung!!!!!

Selamat beraktifitas, semoga dapat membunuh penasaran anda akan keberadaan jembatan ini.

Salam We Love Kalibaru
Share ya


Selasa, 03 Mei 2016

Rujak Cingur Mbak Fatimah

Assalamualaikum wr.wb.,
Sudah tak asing lagi di telinga dan lidah masyarakat Kalibaru. Kuliner yang satu ini, bisa memanjakan selera siapa saja yang menginginkan cita rasa, tekstur dan pelayanan berkualitas tinggi dari penyajian rujak cingur.
Ya, siapa yang tidak kenal dengan Rujak Cingur mbak Fatimah. Pengalaman lebih dari 30tahun meracik, mengolah dan menyajikan rujak cingur, menjadikan mbak Fatimah paham betul, bagaimana membuat rujak yang bisa bikin pelanggannya ketagihan.
Warung yang berlokasi di sebelah timur pasar kalibaru, tepatnya di depan toko mas H. Abdul Hamid ini, tidak pernah sepi dari pembeli. Bahkan, bisa antri cukup lama untuk bisa menikmatinya.
Pelayanan prima, rasa yang menggugah selera, dan keistiqomahan menjaga kualitas, adalah rahasia usahanya bertahan hingga detik ini.
Pelanggannyapun datang dari berbagai kalangan, mulai dari

Minggu, 01 Mei 2016

KALIBARUKU BANYUWANGI

Assalaamualaikum wr.wb
Kalibaru bukan hanya tempatku dilahirkan, Kalibaru juga tempat di mana aku dibesarkan, dididik dan didewasakan.
Dari Kalibaru aku mengenal dunia, mengenal cinta dan kasih sayang. Di Kalibaru, aku akan melahirkan generasi untuk Kalibaru yang lebih baik, lebih adem, lebih damai dan sejahtera, memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, atas nyawa yang dititipkan Allah di tubuhku.
Kalibaru tempatku mengaji, mengenal ilmu agama, bersama teman sebaya, begitu indah kebersamaan, hingga kami tidurpun berbarengan

Ayo Bicara yang Baik dengan Keluarga

Assalamualaikum wr.wb.,
Selamat Pagi, Siang, Sore dan Malam sahabat Kalibaru semua, semoga jenengan semua dalam keadaan sehat, berlimpah rezeki dan bahagia bersama keluarga.
Tahukah kita, bahwa tingkat stres dipengaruhi oleh kualitas komunikasi kita dengan keluarga. Artinya, Semakin buruk kualitas komunikasi dengan istri/suami, semakin tinggi tingkat stress kita.
Dengan perkembangan teknologi, gaya hidup dan pola interaksi yang semakin meningkat, menjadikan kita jarang sekali berkomunikasi secara intens, tulus dan berkualitas bersama istri/suami, bahkan bersama anak-anak kita.
Padahal komunikasi yang berkualitas, salah satu elemen penting dalam menumbuhkan cinta dan kasih sayang antar anggota keluarga.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Departement Komunikasi Harvard Universty, Suami-istri menghabiskan waktu berkomunikasi secara intens dengan pasangan, tidak

Rabu, 27 April 2016

Yuk Kenalan dengan Terowongan Kalibaru

Assalamualaikum wr.wb.,


Terowongan ini disebut terowongan Mrawan, Terowongan ini membelah gunung Gumitir, membentang di Wilayah Garahan, Jember di Sebelah Barat dan Kalibaru, Banyuwangi di sebelah timur.
Terowongan ini dibangun tahun 1901-1902 dan selesai tahun 1910 oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api Hindia Belanda, dengan panjang 690 m. Dan merupakan salah satu terowongan terpanjang di Indonesia.
Pemandangan di sekitar terowongan ini sangat indah. Terowongan ini menembus Gunung Gumitir yang membatasi Kabupaten Jember dengan Kabupaten Banyuwangi.
Pada saat terowongan ini dibangun, bagian yang terlebih dahulu dibangun adalah tembok sebelah kiri dan kanan pada tahun 1901-1902, kemudian dilanjutkan dengan konstruksi lengkung penutup terowongan yang memakan waktu sekitar delapan tahun, hingga akhirnya rampung pada tahun 1910.
Mungkin saja, di antara yang membangunnya adalah kakek moyang kita, betapa indah dan manfaatnya hidup beliau semua, bisa memberikan karya yang bisa dinikmati oleh anak cucunya.
Yuk doakan semoga beliau semua, yang turut serta membangun terowongan, dan generasi awal pembangun Kalibaru, diampuni dosa2nya, dan dimasukkan ke surganya Allah, amiin
Salam We Love Kalibaru
Share ya!!!